Jangan Putus Asa! Yakin Setelah Kesulitan, Tuhan akan Bawa Kemudahan
Oleh: Dr. Alwi Shihab ↗
Peliharalah optimisme di masa sulit! Kemungkinan ada hal-hal yang kita anggap tidak baik, tapi pada akhirnya nanti kita akan lihat di balik itu semua ada kebaikan. Simak #PodcastAlwiShihab episode ke-8.
Refleksi Podcast Episode 8
Tuhan Menjanjikan Kemudahan Setelah Kesulitan
Manusia hidup di dunia tidak mungkin terlepas dari ujian dan cobaan dengan beragam bentuknya. Adanya wabah yang melanda juga bagian dari ujian tersebut. Terlebih pada kehidupan anak muda dengan mobilitas yang tinggi, kebijakan-kebijakan untuk pencegahan penularan virus wabah menjadi suatu tantangan yang harus dihadapi. Menyikapi kondisi ini, Alwi Shihab memberi wejangan pada kita semua bahwasanya kita perlu mengubah style/gaya hidup kita dalam keadaan yang demikian. Yang paling utama, manusia harus senantiasa optimis, tidak pesimis, terhadap keadaan. Kita harus selalu melihat ke depan sebagai hal yang pada suatu saat lebih baik daripada saat ini. Terdapat ayat Alquran yang sangat relevan dengan kondisi ini:
وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ
“Dan kemungkinan ada hal-hal yang kamu anggap tidak baik, tapi pada akhirnya nanti kamu akan melihat bahwa di bali itu semuanya ada kebaikan-kebaikan,” (QS. Al-Baqarah: 216). Ayat ini menganjurkan agar manusia selalu memiliki pandangan yang positif.
Selain senantiasa optomis dan memiliki pandangan positif, dalam kondisi wabah yang serba membatasi banyak hal, manusia juga diharapkan dapat meningkatkan hubungannya dengan Yang Kuasa. Meningkatkan hubungan ini tentunya dengan cara memperbaiki ibadah dari yang telah dilakukan sebelumnya. Ini juga merupakan bagian dari mengubah lifestyle. Dengan demikian, manusia akan memiliki trust pada Yang Maha Kuasa. Dalam sebuah hadis qudsi berbunyi:
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي
“Saya ini (Tuhan), sesuai dengan prasangka baik hamba-Ku terhadap-Ku.” Jadi, kalau kita berprasangka baik bahwa Tuhan akan mengatasi semua apa yang kita alami saat ini, maka in sya Allah hal itu akan terjadi. Oleh karena itu, jangan sampai kita memiliki perasaan putus asa dengan mengandai-andai, “Apa ya yang nanti menimpa kita setelah satu bulan, dua bulan, tiga bulan ke depan.” Hal ini harus kita kesampingkan bahwa ada Tuhan yang kita percaya akan mencarikan jalan yang terbaik, dan janji Tuhan terabadikan dalam firman-Nya:
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًاۙ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ
”Orang yang bertakwa (dekat pada Tuhan) dalam keadaan kesulitan apapun, Allah akan carikan jalan keluar dan akan memberikan rejeki yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya,” (QS. Al-Talaq: 2-3).
Janji dalam ayat tersebut dipertegas kembali pada ayat selanjutnya:
وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ اَمْرِهٖ يُسْرًا
“Orang yang bertakwa (dekat pada Tuhan), segala kesulitan yang dihadapinya akan dijadikan kemudahan dalam hidupnya,” (QS. Al-Talaq: 4). Maka tidak lain jalannya adalah dengan senantiasa mendekatkan diri pada-Nya, karena:
فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ …
”Kamu ingat Aku, niscaya Aku akan ingat kalian,” (QS. Al-Baqarah: 152). Apapun itu, seyogyanya kita selalu menggantungkan nasib kita pada Tuhan. Tuhan akan memberikan kemudahan untuk kita. Tentu mengubah life style tidak mudah, maka perlu tekad, perlu ada rasa trust kepada Yang Maha Kuasa. Terjadinya wabah maupun bencana yang tidak dapat dikendalikan manusia adalah tanda bahwa Yang Maha Kuasalah yang betul-betul menunjukkan keagungan-Nya; sehingga kita tidak perlu ragu untuk memohon pada-Nya.
Ringkasnya, manusia harus berusaha beradaptasi dalam kondisi apapun, dengan tidak berhenti untuk senantiasa optimis bahwasanya Tuhan akan memberikan kemudahan setelah semua kesulitan yang dihadapi saat ini. Rasa optimis itu juga akan menjadi kenyataan apabila manusia menunjukkan bahwa mereka senantiasa mengikuti perintah Tuhan, sebagaimana bunyi firman-Nya:
وَاَوْفُوْا بِعَهْدِيْٓ اُوْفِ بِعَهْدِكُمْۚ
“Kamu harus laksanakan janji kamu, dengan demikian Aku (Tuhan) akan melaksanakan janji-Ku,” (QS. Al-Baqarah: 40). Tuhan berjanji akan memberi anugerah kepada hamba-Nya selama hamba-Nya mendekat pada-Nya.
Umat Muslim berjanji tiap salat, “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin/Hanya kepada Engkau, aku menyembah; dan hanya kepada Engkau, aku memohon pertolongan.” Ini merupakan janji umat Muslim pada Tuhannya bahwa mereka tidak akan memohon pertolongan dari siapapun, karena yang menentukan semuanya itu adalah Allah Swt. Baik itu Tuhannya orang Islam, orang Kristen, dan agama-agama yang lain, semua umat beragama harus mempunyai kepercayaan dan mempunyai rasa aman bahwa ada Tuhan yang senantiasa menyertai dan mengayomi hamba-Nya. Sekali lagi ditekankan oleh Alwi Shihab, Tuhan mengucap inna ma’a al-usri yusraa sebanyak dua kali (setelah kesulitan, Tuhan akan bawa kemudahan), ini adalah janji yang harus kita jadikan pegangan hidup. Jangan sesekali menganggap setelah kesulitan yang dialami maka aka nada kesulitan yang lebih berat lagi, jangan demikian! Sebagai hamba, kita harus menjadikan Tuhan Yang Maha Kuasa berada sangat dekat dengan kita, sehingga segala aktivitas kita betul-betul kita yakini semuanya diawasi oleh Tuhan. Apabila kita lebih dekat dengan-Nya, kita akan diberi peluang baik yang lebih besar dalam kehidupan kita.
Tulisan berdasarkan catatan digital video Podcast Alwi Shihab pada laman https://www.youtube.com/watch?v=uBRbL8FXou8&list=PLKN0wcIUtKYlpYPbRIXgRav6op_v9vKkO&index=106.
Nonton juga
Bagaimana pandangan Anda? Infokan juga apabila materi ini bermanfaat sebagai inspirasi tulisan/integrasi bahan dalam RPP/dsb.


0 Comments