Pahala Mati Syahid bagi Mereka yang Tinggal di Rumah ketika Wabah
Oleh: Dr. Alwi Shihab ↗
Pahala Mati Syahid bagi Mereka yang Tinggal di Rumah ketika Wabah
Peran yang terbesar untuk mencegah penularan adalah mereka yang mengurung diri di rumah! Mereka ini bahkan berpahala mati syahid walaupun tidak meninggal. Simak penjelasan Prof. Dr. H. Alwi Shihab berikut di #PodcastAlwiShihab episode ke-8 berikut ini.
Refleksi Podcast Episode 9
Menjadi Hamba Allah dan Warga Negara yang Baik Saat Wabah
Wabah yang datang melanda dalam sebuah masa kehidupan bukanlah hal baru di era moderen, sejak zaman Rasulullah saw. pun hal serupa pernah terjadi. Ketika virus Covid-19 melanda seluruh dunia, terdapat kebijakan untuk stay at home yang dikeluarkan hampir oleh seluruh petinggi negara dan diketatkan oleh instansi-instansi terkait. Terdapat sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah ra., sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda, “Berbahagialah orang yang duduk berdiam diri di rumahnya ketika terjadi tha’un, maka ia akan mendapat pahala orang yang mati syahid meskipun (ia) tidak meninggal,” (HR. Ahmad). Alwi Shihab menganalogikan maksud hadis ini agar manusia mengkarantina, diam di rumah, menahan diri di tempat sebagai bagian dari mengikuti aturan pemerintah juga mengikuti perintah Rasulullah saw.
Manusia harus mampu menahan diri untuk tidak keluar rumah ketika ada malapetaka dan juga wabah karena adanya potensi mereka akan menularkan juga ditularkan atas virus wabah yang sedang menyebar. Saat manusia tidak mampu menahan diri, maka virus akan cepat menyebar dan mempengaruhi jumlah korban yang gugur saat wabah. Oleh karena itu, manusia, khususnya umat Muslim, seyogyanya mengikuti perintah Rasulullah saw. juga aturan pemerintah saat terjadinya wabah untuk tetap berada di rumah. Untuk itu, bagi yang berdiam diri di rumah tidak perlu bersedih hati, melainkan berbahagia atas pahala ini, baik dalam kondisi meninggal maupun hidup; sebagaimana pahala syahid bagi mereka yang bertugas dan gugur saat menangani wabah.
Hal ini diperkuat dengan perintah Alquran:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ
“Wahai orang-orang yang beriman, ikutilah perintah Tuhan, Rasulullah, dan pemerintah yang kalian jadikan penguasa di antara kalian,” (QS. Al-Nisa’: 59). Dengan sikap ini, sejatinya kita telah menunaikan kewajiban kita sebagai hamba Allah yang baik, sekaligus menjadi warga negara yang baik. Berdiam diri di rumah saat wabah bukanlah tindakan pasif yang tidak mendapat pahala dan anugerah dari Yang Kuasa, melainkan tindakan aktif dan berperan besar untuk mencegah penularan wabah tersebut. Ini adalah tindakan kemanusiaan yang menjadi salah satu tujuan dari agama; tentunya dengan disertai pendekatan diri pada Yang Kuasa.
Tulisan berdasarkan catatan digital video Podcast Alwi Shihab pada laman https://youtu.be/CD0HpPqlotA?si=oAU5loVI9WLK9rO.
Nonton juga
Bagaimana pandangan Anda? Infokan juga apabila materi ini bermanfaat sebagai inspirasi tulisan/integrasi bahan dalam RPP/dsb.


0 Comments