Hubungan dengan Ahli Kitab: Kembali kepada Al-Quran. Asbabun Nuzul!
Oleh: Dr. Alwi Shihab ↗
Podcast Alwi Shihab episode ke-55 membahas bagaimana membangun hubungan dengan mereka yang berbeda pandangan, baik dengan pihak yang berbeda agama maupun dalam lingkup agama masing-masing.
Refleksi Podcast Episode 55
Yang Harus Dilakukan Saat Berinteraksi dengan Liyan
Menghargai adalah tindakan yang tampak mudah namun tidak mudah. Kita memerlukan panduan untuk dapat melaksanakannya, setidaknya ada dua hal yang tidak boleh luput dalam menjalankan hidup dalam perbedaan, yakni: pertama, mari kita biasakan untuk menghormati pandangan orang lain. Mari kita membiasakan diri untuk tidak menjadi seorang yang eksklusivis absolutlis, artinya “Hanya saya yang benar dan saya yang paling benar!” Apabila kita ingin berinteraksi secara harmonis, hal-hal tersebut harus kita perhatikan. Tidak saja dengan pihak agama lain, namun juga dalam ruang lingkup agama masing-masing. Perilaku menghormati perbedaan itu sangat penting.
Kedua, mengingat banyaknya dari kita yang terbelenggu oleh pandangan-pandangan ulama yang bisa mengarah pada radikalisme eksklusivisme disebabkan pandangan ulama-ulama tersebut lahir pada konteks yang berbeda dengan konteks saat ini; maka, kita tidak diperbolehkan mensakralkan pandangan ulama. Adapaun yang harus umat Islam sakralkan adalah Alquran dan Hadis yang dijamin kesahihannya (karena Hadis memiliki bermacam tingkatan). Sehingga, apabila kita membuka diri kita untuk mendengar pendapat-pendapat orang lain, kita akan bisa berinteraksi secara positif dengan siapa saja.
Pun demikian kepada para Ahlul Kitab, sudah seyogyanya umat Islam kembali merenungkan dan melaksanakan anjuran Alquran, seperti dalam QS. Al-Baqarah: 62, Al-Hajj: 17, Al-Maidah: 69, ayat-ayat tersebut menggambarkan Alquran yang begitu inklusif. Dan perlu digaris bawahi bahwa tidak semua Ahlul Kitab itu sama, karena ada di antara mereka yang selamat. Ini adalah pernyataan dalam Alquran. Namun apabila kita merujuk pada pandangan ulama, penafsiran ayat-ayat inklusif ini sudah berubah menjadi pandangan yang eksklusif. Ada beberapa tokoh Timur-Tengah yang berani untuk mengkritisi pandangan ulama-ulama yang absolutilis dengan mengatakan bahwa pandangan-pandangan yang absolutlis ini tidak memberikan peluang untuk kita bisa berhubungan harmonis dengan pihak lain.
Kita semua memperhatikan dan mengetahui tentang titik temu yang dimiliki para Ahlul kitab. Para Ahlul Kitab memiliki banyak persamaan. Adapun sejarah kelam antar Ahlul Kitab yang terjadi di masa lampau bukanlah suatu hal yang perlu diingat, diungkit dan diulang kembali; melainkan kita harus kembali pada Alquran dan keteladanan Nabi saw. yang menjalin hubungan baik dengan semuanya. Kembali pada Alquran adalah sungguh-sungguh memahami Alquran sesuai dengan ketentuan keilmuan yang berkaitan dengannya, khususnya tentang konteks ayat atay asbaab al-nuzul. Jangan sampai asbaab al-nuzuul ayat untuk konteks A kita gunakan ayat tersebut untuk konteks B. Hal yang demikian tidak benar menurut ahli tafsir.
Kita harus sadar akan kepentingan kita bersama dengan menghargai pandangan yang berbeda demi persatuan dan menjalin hubungan yang harmonis. Hubungan yang harmonis adalah hubungan yang tidak ada unsur prejudice/prasangka dan anggapan/perasaan bahwa kitalah yang paling benar, karena Alquran mengajarkan kita semua agar kita menerima ketetapan Tuhan di hari kemudian; “Tuhanlah yang akan menetapkan siapa yang benar dan siapa yang salah,” (QS. Al-Hajj: 17). Meskipun kita sangat yakin bahwa agama kita yang paling benar, dan kelompok lain juga sangat yakin bahwa agama mereka paling benar, namun berdasarkan ayat tersebut, kita semua tidak berhak memvonis kelompok lain itu pasti salah. Dengan demikian, kita fokus dalam menjalankan ajaran agama masing-masing demi mewujudkan hubungan yang harmonis dan berkolaborasi secara produktif dengan yang berbeda untuk kepentingan bersama.
Tulisan berdasarkan catatan digital video Podcast Alwi Shihab pada laman https://youtu.be/617gt0Rcc9HQ?si=FLIX2kcXt1b7H37o.
Nonton juga
Bagaimana pandangan Anda? Infokan juga apabila materi ini bermanfaat sebagai inspirasi tulisan/integrasi bahan dalam RPP/dsb.


0 Comments