Langkah-langkah Menjadi Pluralis yang Toleran

Oleh: Dr. Alwi Shihab ↗

Adalah suatu kewajiban bagi kita dalam berusaha menjadi seorang yang Pluralis. Seperti apa syarat-syarat menjadi orang yang toleran? Simak jawabannya di #PodcastAlwiShihab episode ke-105 ini!

Refleksi Podcast Episode 105
C

Langkah-langkah Berpikir dan Bersikap Moderat

Fanatisme terhadap ajaran agama kerap melahirkan sikap umat beragama yang keras secara pandangan, memonopoli kebenaran, memonopoli surga, melabeli sesat dan melakukan kekerasan pada yang berbeda, yang semuanya menimbulkan perpecahan dan permusuhan antar umat beragama. Berapa banyak kekerasan atas nama agama, konflik antar umat beragama, dan juga peperangan yang terjadi disebabkan faktor fanatisme buta terhadap agama yang diyakini. Sikap ekstrem yang dimiliki antar umat beragama berkontribusi pada kondisi mencekam, menakutkan dan tiadanya rasa tentram dalam kehidupan. Kondisi yang menyisakan trauma berkepanjangan dan membentuk stigma negatif berkepanjangan. Menjadi jawaban atas kondisi dan tantangan zaman yang demikian, moderasi beragama adalah cara berpikir dan bersikap yang diharuskan. Alwi Shihab menjelaskan, menjadi moderat adalah berada pada sisi yang tidak terlalu kanan maupun terlalu kiri, melainkan berada di tengah-tengah, antara kanan dan kiri. Terlalu kanan menyebabkan munculnya ekstrem kanan, terlalu kiri memunculkan ekstrem kiri, dan berada di antara keduanya adalah posisi moderasi yang menjaga keseimbangan di antara semuanya.

Segala hal seyogyanya tidak berlebihan. Seperti halnya dalam membelanjakan harta benda –uang-. Membelanjakan uang secara berlebihan bukanlan bentuk kedermawanan, melainkan pemborosan. Namun apabila harta benda yang dimiliki berlebihan dan sama sekali tidak didermakan, maka itu bukanlah penghematan, melainkan kikirnya mereka yang bersifat kefakiran. Sehingga, dalam membelanjakan/tasharruf harta benda yang dimiliki, manusia juga perlu bersikap moderat di dalamnya dengan cara: tidak kikir, tidak boros tanpa perhitungan, dan dipergunakan secara tidak berlebihan.

Berdasarkan analogi tersebut, Alwi Shihab mengajarkan cara berpikir moderat dengan langkah:

  1. Tidak condong hanya pada satu sisi;
  2. Tidak mudah menyesatkan yang berbeda;
  3. Tidak mudah melabeli kafir pada mereka yang berbeda keyakinan;
  4. Tidak melakukan sebuah kebebasan yang tidak memiliki batas;
  5. Tidak mudah menyepelekan suatu hal.

Konsep berpikir moderat ini akan memberikan dampak yang dapat langsung dirasakan oleh individu bersangkutan berupa kemampuan dalam menerima perbedaan. Kemampuan ini secara tidak langsung menjadi dasar guna memiliki relasi yang baik terhadap sesama, apapun perbedaan yang melatar-belakanginya. Kemampuan dalam berpikir moderat secara otomatis dapat menjadi pijakan untuk dapat bersikap moderat. Alwi Shihab menegaskan, menjadi umat beragama yang moderat ialah menjadi umat beragama yang tidak fanatik, tidak memonopoli kebenaran dan tidak mudah menyalahkan liyan.

.(IL/AKR)

Artikel ditulis berdasarkan catatan digital video pada Podcast Alwi Shihab pada laman https://www.youtube.com/watch?v=EpuMeJXADAM&list=PLKN0wcIUtKYlpYPbRIXgRav6op_v9vKkO&index=3.

Nonton juga

C
Rahasia Dahsyatnya Pahala Puasa

Rahasia Dahsyatnya Pahala Puasa

Ini dahsyatnya puasa apabila dilaksanakan ...
Bagaimana Memiliki Kemantapan untuk Hijrah?

Bagaimana Memiliki Kemantapan untuk Hijrah?

Bagaimana caranya kita hijrah di ...
Bagaimana Bisa Istiqomah Berdakwah di Negara Barat?

Bagaimana Bisa Istiqomah Berdakwah di Negara Barat?

Bagaimana bisa memantabkan diri istiqomah ...

Bagaimana pandangan Anda? Infokan juga apabila materi ini bermanfaat sebagai inspirasi tulisan/integrasi bahan dalam RPP/dsb.

Komentar (0)
L

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...