Pesan untuk Pemuka Agama yang Ikut dalam Arus Politik Saat Beri Pencerahan pada Umat

Oleh: Dr. Alwi Shihab ↗

Tanya jawab bersama Prof. Dr. H. Alwi Shihab di Podcast Alwi Shihab episode ke-53 ini membahas bagaimana agama seringkali bergandengan tangan dengan politik atau cara-cara kekerasan, serta bagaimana peran pemuka agama di dalamnya.

Refleksi Podcast Episode 53
C

Bagaimana Sikap Politik yang Baik Bagi Para Tokoh Agama?

Agama acap kali dijadikan alat politik bagi kelompok berkepentingan tertentu bukanlah suatu hal yang baru. Agama yang bergandengan dengan politik identik dengan kekerasan. Realita tersebut tak ayal membuat sebagian umat beragama antipati dan diam terhadap hal-hal yang berkaitan dengan politik dan sebagian yang lain sangat fanatik terhadap politik. Kondisi ini tidak terlepas dari peran para tokoh agama yang dijadikan rujukan oleh para masyarakat tersebut. Kemudian, bagaimanakan sikap politik yang sebaiknya dilakukan oleh para tokoh agama agar keharmonisan dalam suatu agama dan antar umat beragama dapat tercipta?

Alwi Shihab yang kerap mendapatkan pertanyaan serupa ini menjawab, “Kalau ada unsur politik yang mencampuri ajaran agama, maka itu akan menjadikan kelompok yang ingin mengusahakan suatu kekuasaan di bidang politik akan menjadi bias/mempunyai pandangan tertentu, tidak lagi melihat nilai-nilai agama yang sebenarnya.” Alwi Shihab mengajak kita untuk melihat fakta sejarah, dimana hubungan umat Islam dan Kristen pada mulanya sangat baik sekali. Bahkan para sahabat Nabi saw. di Makkah saat hijrah ke Ethiopia, mereka dilindungi oleh Raja Najasy yang merupakan pemeluk agama Nasrani. Kemudian di periode selanjutnya, kita menemukan fakta berbeda, yakni ketika terjadinya perang Salib. Tragedi ini terjadi karena kedua kelompok telah menggunakan keinginan untuk menguasai Yerusalem. Sehingga, hubungan yang pada mulanya harmonis dengan saling menghormati dan mencintai, semuanya dikorbankan karena keinginan atas kekuasaan tersebut. Baik itu dari pihak Islam yang menginginkan kekuasaan itu tetap ada dalam kuasanya, dan pihak Kristen merasa dengan kekuasaan Islam di Yerusalem pada waktu itu membuat orang Kristen sulit untuk datang berziarah; yang mana tempat tersebut adalah tempat yang sangat sakral dan memiliki nilai sejarah yang luar biasa bagi umat Kristen.

Dimana pun tempatnya, apabila kekuasaan menggunakan agama, maka sentiment-sentimen keagamaan itu akan menjadikan hubungan antara sesama pemeluk agama atau juga dengan agama lain. Dalam kelompok umat Islam pun yang terjadi demikian, antara kelompok-kelompok tertentu saling bunuh-membunuh. Hal yang sama juga terjadi di kelompok umat Kristen di Inggris dengan kelompok Kristen yang berada di Scotland dan Irlandia. Antara mereka masih sering terjadi gesekan-gesekan karena ada unsur politik di dalamnya. Berdasarkan fakta sejarah yang panjang ini, Alwi Shihab menganjurkan agar para tokoh agama (semua agama) tidak ikut dalam arus politik pada saat memberikan pencerahan pada umat.[1] Tidak ikut arus politik di sini bukanlah sikap diam dan antipati, melainkan bagian dari politik itu sendiri, agar agama tidak dijadikan alat untuk kepentingan politik tertentu, sehingga persatuan umat beragama terjaga keharmonisannya; dan tragedi antar umat beragama tidak terulang kembali.           

[1] Tulisan berdasarkan catatan digital video Podcast Alwi Shihab pada laman https://www.youtube.com/watch?v=KUzLqJAMWcc&list=PLKN0wcIUtKYlpYPbRIXgRav6op_v9vKkO&index=61.

Nonton juga

C
Kalau Hijrah, Hindari Fanatisme (Part 7)

Kalau Hijrah, Hindari Fanatisme (Part 7)

Bagaimana kalau seseorang menjadi fanatik ...
5 Kunci Pokok dalam Beragama dengan Baik dan Benar

5 Kunci Pokok dalam Beragama dengan Baik dan Benar

Bagaimana agama ini bisa menjadi ...

Bagaimana pandangan Anda? Infokan juga apabila materi ini bermanfaat sebagai inspirasi tulisan/integrasi bahan dalam RPP/dsb.

Komentar (0)
L

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...