Ketika Hidup Terasa Sulit, Bahkan Harus Mulai Lagi dari Nol

Oleh: Dr. Alwi Shihab ↗

Bagaimana masa depan setelah wabah corona ini? Apa yang terjadi kalau sampai hilang pekerjaan atau usaha bangkrut? Berbagai pertanyaan muncul menghadapi masa depan ekonomi pasca wabah ini. Bagaimana menghadapi ketidakpastian ini? Apa pegangan dan sikap kita seharusnya? Apa kata Al-Quran?

Simak penjelasan Prof. H. Alwi Shihab yang juga pernah bangkrut total usahanya dan harus mulai dari nol kembali.

Refleksi Podcast Episode 10
C

Tak Perlu Risau Saat Memulai Hidup Dari Nol Lagi

Banyak kondisi hidup yang membuat manusia berada di titik terendahnya, tidak memiliki harapan, serta berputus-asa dalam keterpurukan. Alwi Shihab memotivasi, bahwasanya manusia harus mempunyai kepercayaan penuh bahwa masa depan kita (dengan izin Allah) akan lebih baik selama manusia dekat pada Tuhan. Alat ukur kedekatan pada Tuhan ialah selama manusia berperasangka baik pada-Nya dan tidak memikirkan keburukan atas masa depan mereka. Sebagaimana disampaikan dalam firman-Nya:

مَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗۗ 

“Orang sudah berpasrah diri pada Tuhan, maka sudah tidak memerlukan kekuatan lain, cukuplah kekuatan Yang Maha Kuasa itu yang bisa membawa manusia pada apa yang mereka harapkan,” (Al-Thalaq: 3). Apapun kondisinya, manusia jangan beranggapan bahwasanya masa depan yang mereka miliki itu suram.

Tentu dalam hidup, selalu ada kejadian-kejadian yang terjadi dan tidak diinginkan dan direncanakan; dan ini bukanlah sebuah kebetulan. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semuanya sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa, hanya manusia saja yang selalu merasa bahwa hal-hal tersebut bukanlah suatu kebetulan. Justru kebetulan-kebetulan itulah yang bisa mengubah kondisi hidup manusia dari kesempitan menjadi kelonggaran dan dari susah menjadi senang. Manusia harus selalu percaya pada janji-Nya:

 وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا … 

“Tidak ada seorang manusia dan makhluk apapun di bumi ini kecuali rizkinya datang dari Yang Maha Kuasa,” (QS. Hud: 6). Selama manusia memiliki pegangan pada Tuhan Yang Maha Esa, maka manusia akan menjalani hidupnya dengan tentram, tidak memiliki kegalauan dalam jiwanya. Sehingga, dalam situasi yang sulit sekalipun, seyogyanya manusia mengisi waktunya untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Ini bukanlah janji utopis semata, melainkan sudah dialami oleh mereka yang masa hidupnya lebih lama dan membuktikan janji-janji Tuhan tersebut. Bahkan, terkadang jalan keluar suatu masalah itu jauh lebih baik dari yang manusia bayangkan.

Kepercayaan pada Yang Kuasa harus disertai dengan usaha nyata dengan mencari peluang-peluang baru. Tuhan sangat menginginkan hamba-Nya berusaha, dan jenis usaha itu sangat banyak sekali. Menjadi manusia jangan hanya mau bergantung pada orang lain, melainkan berusaha untuk berdikari sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Harus senantiasa berada dalam benak manusia, bahwa Tuhan itu Maha Penyayang dan Pemurah kepada semua hamba-Nya yang tetap ingat pada-Nya. Terdapat sebuah peringatan yang sangat bagus dari-Nya yang berbunyi:

وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا

“Siapa-siapa yang tidak memperhatikan peringatan-peringatan-Ku, maka kehidupannya akan sempit,” (QS. Thaha: 124).

Ayat ini menginformasikan pada manusia bahwa manusia harus ingat kepada-Nya, memohon pada-Nya, karena orang-orang yang melupakan Tuhan, maka Tuhan pun akan melupakannya. Jangan hanya pada saat kita semua butuh saja kita datang dan mengingatnya, namun pada saat kita merasa dalam situasi hidup yang senang, kita tidak memohon pada-Nya. Oleh karena itu, kebiasan itu harus kita semua bersama ubah. Baik dalam keadaan senang dengan selalu mengingat-Nya dan berbagi pada sesama, sehingga saat kita dalam keadaan sulit, Tuhan pun akan mengingat kita. Sebagaimana yang dijanjikan-Nya:

وَاَوْفُوْا بِعَهْدِيْٓ اُوْفِ بِعَهْدِكُمْۚ

Kamu semua laksanakan janji-janjimu kepadaKu, dan Aku akan laksanakan janji-janjiKu kepada kamu, (QS. Al-Baqarah: 40). Janji Tuhan kepada manusia adalah Ia senantiasa memberikan rahmat, anugerah, dan kesehatan selama manusia mendekat kepada-Nya.

Mendekat pada-Nya dengan selalu mengingat-Nya agak sulit dilakukan oleh kalangan muda, namun Alwi Shihab menganjurkan agar kalangan muda berlatih membiasakannya tanpa harus melakukan ritual ibadah secara berlebihan. Yang terpenting adalah hati dan tiap langkah manusia selalu terhubung dengan Yang Maha Kuasa, baik pada saat melakukan salat lima waktu, maupun saat merenungi kehidupan masing-masing.

Bagi pembaca yang sedang berada dalam kesulitan, semoga Tuhan segera mengubah kesulitan itu menjadi suatu peluang baik ke depan; karena kita semua tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi setelah ini. Selama pegangan kita adalah Yang Maha Kuasa, Yang Maha Besar, Yang Maha Agung, maka tidak perlu ada yang kita khawatirkan. Atasan kerja kita pun dapat diubah hatinya oleh Tuhan dengan sekejap mata untuk lebih baik pada kita selama kita bersikap baik pada sesama kita, semuanya kembali pada bagaimana kita mendekat pada-Nya. Tiada manusia yang hidup tanpa kekhawatiran, siapapun itu, namun menjadi manusia harus selalu optimis terhadap Yang Maha Mengatur dunia ini bahwa kelak hidup kita akan jauh lebih baik dari saat ini.

Tulisan berdasarkan catatan digital video Podcast Alwi Shihab pada laman https://www.youtube.com/watch?v=keoD0qADAMA&list=PLKN0wcIUtKYlpYPbRIXgRav6op_v9vKkO&index=104.

Nonton juga

C

Bagaimana pandangan Anda? Infokan juga apabila materi ini bermanfaat sebagai inspirasi tulisan/integrasi bahan dalam RPP/dsb.

Komentar (0)
L

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...