Mengapa Islam dan Kristen Selalu Bertentangan

Oleh: Dr. Alwi Shihab ↗

Mengapa Islam dan Kristen selalu bertentangan? Prof. Dr. H. Alwi Shihab menyatakan, “Agama Islam jelas, tidak menginginkan adanya pertikaian dengan agama lain.” Simak bagaimana beliau memaparkan sumber-sumber penyebab Islam dan Kristen selalu bermusuhan dalam podcast berdurasi 10 menit 14 detik berikut ini.

Refleksi Podcast Episode 43
C

Bagaimana Menyikapi Umat Beragama yang Saling Bertikai?

Pada masyarakat multi agama, gesekan antar umat beragama kadang terjadi, seperti yang juga terjadi pada komunitas Islam dan Kristen. Masing-masing kelompok terkadang menyakiti dan memojokkan kelompok lain atas nama agama, bukankah semua ajaran agama itu mengajarkan untuk mengasihi sesama?

Alwi Shihab menyampaikan, hal yang demikian terjadi disebabkan oleh dua kelompok tersebut tidak memahami substansi agamanya masing-masing. Agama Islam sangat jelas mengajarkan untuk meniadakan pertikaian dengan kelompok agama lain. Sangat banyak ayat yang bertebaran di Alquran yang memerintahkan pemeluknya untuk tidak berargumentasi yang keras dengan komunitas lain. Alquran juga menggambarkan bahwa perbedaan itu adalah keniscayaan dan kehendak Tuhan. Karena perbedaan adalah kehendak Tuhan, maka konsekuensinya adalah adanya perbedaan agama, perbedaan pandangan, perbedaan perilaku dan sebagainya. Diharapkan dari tiap para pemeluk agama adalah menerima perbedaan-perbedaan tersebut.

Alquran menyatakan:

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَادُوْا وَالصَّابِـِٕيْنَ وَالنَّصٰرٰى وَالْمَجُوْسَ وَالَّذِيْنَ اَشْرَكُوْٓاۖ اِنَّ اللّٰهَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِۗ 

“Mereka yang beriman (orang-orang Islam), orang-orang Yahudi, orang-orang kelompok agama yang sudah tua, orang-orang Kristen, orang-orang penyembah Matahari (alam), dan mereka yang menyamakan Tuhan dengan entitas lain, semuanya itu pada hari kemudian nanti Allah yang akan memberikan ketetapannya, siapa yang benar dan siapa yang salah,” (QS. Al-Hajj: 17). Hal ini menunjukkan bahwa Alquran mengajak kita semua yang berbeda untuk tidak saling memerangi, bertikai, karena kebenaran nanti akan terungkap pada hari kemudian, dan Allah Swt. yang akan menyampaikan kebenaran itu. Untuk itu, kita dilarang untuk tidak mengambil over/menggunakan otoritas Tuhan untuk menghakimi liyan.

Maka jelas, tidak ada anjuran agama yang memerintahkan umatnya untuk saling bertikai dan berkonflik. Apabila seorang Muslim mengerti ajaran Islam secara utuh, maka tidak mungkin baginya menciderai saudara yang beragama lain. Dalam firman-Nya disampaikan:

وَاِنَّآ اَوْ اِيَّاكُمْ لَعَلٰى هُدًى اَوْ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ

“Katakan wahai Muhammad kepada mereka yang bukan Muslim, bahwa kami dan kalian dalam keadaan yang benar (dapat petunjuk), atau kami dan kalian sesat,” (QS. Saba’: 24). Jadi masing-masing dari kita itu ada kemungkinan benar dan juga ada kemungkinan sesat.

Pada ayat berikutnya diperjelas:

قُلْ لَّا تُسْـَٔلُوْنَ عَمَّآ اَجْرَمْنَا وَلَا نُسْـَٔلُ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ

“Katakan wahai Muhammad kepada mereka yang lain dari kelompok Islam, bahwa kalian tidak akan bertanggung jawab dan kalian tidak akan dituntut terhadap apa yang kami lakukan dari kesalahan-kesalahan, dan kami tidak dituntut untuk mempertanggung jawabakan terhadap apa yang engkau lakukan (bukan kesalahan yang kau lakukan),” (QS. Saba’: 25). Dari ayat ini menggambarkan, bahwa dari kelompok Muslim juga seolah-olah dapat melakukan kesalahan. Dan semua manusia akan kembali pada-Nya dan Dia yang akan menantukan siapa yang salah dan benar di antara kita semua. Artinya, kita tidak boleh menuding kelompok lain salah.

Tentu kita yakin bahwa agama kita masing-masing itu yang paling benar adalah hal yang benar, namun menuding pihak lain keliru itu juga sebuah kekeliruan. Tuntunan Alquran ini bisa mengurangi interaksi dan perdebatan negatif yang kerap menjurus pada perseteruan dengan kelompok lain. Demikian pula dalam ajaran umat Yahudi dan Kristen, terdapat nilai-nilai luhur untuk saling menyayangi sesama. Jadi, apabila setiap umat beragama memahami substansi ajaran agamanya masing-masing, maka keadaan kehidupan bermasyarakat beragama akan lebih cerah kedepannya.

Khususnya bagi bangsa Indonesia, jangan sampai ada pemuka agama yang disebabkan antusiasme yang berlebihan mencaci maki kelompok agama yang berbeda. Yang demikian sangat tidak dianjurkan dalam agama Islam. Agama Islam melarang umatnya untuk memaki, makian itu akan kembali dari pihak lain, bahkan makian itu bisa berlebihan untuk kita. Untuk itulah kita dianjurkan agama untuk berhubungan secara positif. Konflik antar umat beragama masih kerap terjadi tidak lain karena adanya ulama-ulama yang terpengaruh oleh situasi maupun kenangan sejarah di masa lalu saat hubungan komunitas Islam dan Kristen sedang tidak harmonis. Kenangan atas sejarah itu acap membuat emosi yang berlebihan dan membuat umat beragama melupakan substansi dari ajaran agama.

Tokoh sejarah yang mengeluarkan pandangan yang menjadi panutan umat beragama yang acap berkonflik antara lain ada Ibnu Taimiyah dari pihak Islam, juga ada Marthin Luther sang reformis dari agama Kristen. Ibnu Taimiyah menjadi panutan bagi kelompok yang sangat puritan, dan pandangannya membawa penganutnya pada faham radikal. Marthin Luther juga demikian, ia dipengaruhi oleh keadaan dimana kekuatan komunitas Islam yang mengepung Eropa sehingga lahirlah pandangan-pandangan yang tidak sejalan.

Pandangan mereka relevan untuk masa itu, namun tidak dapat diterapkan oleh umat beragama pada masa kini. Untuk itu, umat Islam harus kembali pada keteladanan Nabi Muhammad saw. dengan mengikuti bagaimana cara beliau berinteraksi dengan kelompok agama yang berbeda; meneladani isi dari Piagam Madinah yang mengatur tentang relasi umat Islam dengan kelompok agama lain; meneladani Konsili Vatikan II yang isinya juga menjelaskan tentang adanya perubahan total perihal pemikiran dan perlakuan Gereja terhadap umat Islam. Inilah sumber yang dapat kita jadikan rujukan, bukan mengambil rujukan dari pendapat-pendapat yang dipengaruhi oleh realitas sejarah pada waktu tertentu yang berisikan tentang hubungan yang tidak harmonis antar umat beragama.(IL/AKR)[1]

[1] Tulisan berdasarkan catatan digital video Podcast Alwi Shihab pada laman https://www.youtube.com/watch?v=Lk3x24VZE-M&list=PLKN0wcIUtKYlpYPbRIXgRav6op_v9vKkO&index=71.

Nonton juga

C
Apakah Jamaah Tabligh Sesat?

Apakah Jamaah Tabligh Sesat?

Berpergian dari satu masjid ke ...
Umat Islam Wajib Perjuangkan Perdamaian

Umat Islam Wajib Perjuangkan Perdamaian

Bagaimana sikap kita dalam menyelesaikan ...

Bagaimana pandangan Anda? Infokan juga apabila materi ini bermanfaat sebagai inspirasi tulisan/integrasi bahan dalam RPP/dsb.

Komentar (0)
L

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...